5 Kue Tradisional Betawi Yang Terkenal

Kue merupakan salah satu jenis makanan yang berupa kudapan atau makanan ringan dan bukan dimakan sebagai hidangan utama. Bahan utama dalam pembuatan kue adalah adonan tepung seperti tepung terigu, tepung sagu, tepung beras, hingga tepung tapioka. Selain itu, digunakan juga berbagai perasa makanan sehingga membuat kue memiliki beragam cita rasa mulai dari manis, gurih, hingga asin.

Kata kue berasal dari bahasa Hokkian dimana hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh kuliner Tiongkok pada berbagai jenis kue di Indonesia. Disamping itu, terdapat pula pengaruh dari budaya kuliner Eropa pada beberapa jenis kue khususnya dari kuliner Belanda dan Portugis. Walaupun begitu, kebanyakan kue basah merupakan kuliner khas Nusantara yang yang telah ada sejak zaman dahulu.

Diantara beberapa daerah di Nusantara, ibukota Jakarta merupakan salah satu wilayah yang mempunyai jenis kue tradisional yang terkenal. Banyak kue tradisional Nusantara yang bercita rasa lezat berasal dari kota ini yang berasal dari budaya kuliner Betawi. Berikut adalah 5 jenis kue tradisional khas Betawi yang cukup populer dan menjadi cemilan khas dari kota Jakarta:

Kue Pancong

Kue Pancong merupakan salah satu kuliner khas Betawi yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan kelapa. Campuran adonan tepung beras dan santan kelapa tersebut kemudian dimasak dalam cetakan yang berbentuk setengah lingkaran hingga matang. Cita rasa yang dimiliki kue pancong cenderung lebih gurih dan asin karena selain menggunakan santan juga ditambahkan sedikit garam.

Kue Rangin

Sekilas, kue rangin memiliki penampilan yang mirip dengan kue pancong dengan bentuk setengah lingkaran dan warna putih kecoklatan. Namun, kedua jenis kue tersebut sangat berbeda dimana kue rangin terbuat dari adonan tepung sagu dan berita rasa manis. Rasa manis yang mendominasi pada kue rangin didapat dari penggunaan saus gula merah dalam penyajian kue tersebut.

Kue Cucur

Kucur atau kue cucur biasanya umum ditemui sebagai salah satu kudapan yang dihidangkan dalam acara pernikahan pada masyarakat Betawi. Cucur merupakan kue yang terbuat dari adonan tepung beras yang dicampur dengan gula aren serta dimasak dengan cara digoreng. Bentuk dari kue cucur ini juga cukup menarik dimana bagian tengahnya menggembung seperti gunung dan tipis pada bagian pinggirannya.

Kue Cincin

Salah satu kuliner Betawi yang memiliki bentuk seperti donat namun dengan ukuran yang kecil adalah kue cincin. Kudapan ini terbuat dari campuran tepung beras dan tepung ketan yang ditambah dengan kelapa parut, gula merah, dan gula putih. Campuran tersebut kemudian digoreng dalam minyak yang banyak dan dibolak-balik menggunakan lidi pada bagian tengahnya yang bolong.

Kue Lupis

Berbahan dasar beras ketan, kue lupis merupakan salah satu kue tradisional Betawi yang banyak dijual sebagai jajanan pasar. Saat dimakan, kue ini terasa legit karena terbuat dari beras ketan yang dicampur sagu dan dikukus hingga matang. Dalam penyajiannya, kue lupis disajikan dengan parutan kelapa yang sudah dikukus dan disiram dengan gula merah cair.

Semua jenis kue tersebut tak jarang pula disajikan sebagai kudapan pada berbagai acara seperti pernikahan, syukuran, dan sejenisnya. Ketika disajikan dalam berbagai acara tersebut, biasanya kue-kue tersebut dibuat dengan menggunakan alat pengolah makanan modern. Penggunaan alat yang banyak dijual di berbagai toko mesin pengolah makanan tersebut bisa menghemat waktu pembuatan sekaligus menjaga kualitas kue.