Aturan Pada Transportasi Umum Semarang di Masa Pandemi

Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan keputusan soal pembatasan aktivitas penduduk di jaman pandemi corona. Payung hukum ini jadi landasan penduduk Semarang bersama pemerintah mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Pedoman berikut tertuang didalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang Nomor 28 Tahun 2020 berkenaan Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat didalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Semarang. Salah satunya menyesuaikan apa yang mesti dilaksanakan oleh penyedia jasa transportasi umum seperti jasa travel semarang jakarta.


Di pasal 14 ayat 2 huruf (e) perwal, angkutan penumpang type taksi, ada kewajiban menempatkan sekat di pada ruang pengemudi dan bangku penumpang. Protokol kesegaran juga mesti diterapkan, yaitu pemakaian masker.

Bagi mereka yang tengah di luar rumah sebab alasan tertentu cocok perwal tapi tidak mengenakan masker dapat dikenakan sanksi berupa teguran lisan, diminta untuk belanja masker, hingga tidak boleh melanjutkan perjalanan.

Nantinya di tiap pos pantau dapat dijaga tiga tim patroli.

Sedangkan keputusan main di moda transportasi umum, juga angutan perkotaan (angkot), bus dan bus rapid transit (BRT), penumpang yang diangkut paling banyak 50 prosen dari jumlah kapasitas angkutan. Jam operasionalnya juga dibatasi, jadi pukul 04.00 hingga bersama pukul 18.00 WIB.

Hal lain yang diatur di perwal itu tak jauh beda bersama yang sudah diterapkan selama ini. Seperti penghentian aktivitas di sekolah, pembatasan aktivitas di kantor, rumah ibadah, tempat umum, dan juga aktivitas sosial dan budaya.

Perwal 28 Tahun 2020 sudah diteken Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat 24 April 2020. Hanya ada kala dua hari, Sabtu, 25 April 2020 dan Minggu, 26 April 2020, sebelum saat perwal itu berlaku jadi Senin, 27 April 2020 hingga 24 Mei 2020. Bisa diperpanjang berdasar wejangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hendrar Prihadi memberikan untuk memantau pelaksanaan keputusan tersebut, pihaknya mempersiapkan 16 pos pantau. Delapan pos di perbatasan kota Semarang dan delapan pos di didalam kota. Pos pantau yang di perbatasan kota, yaitu posko Mangkang, Genuk, Plamongan, Sisemut, Cangkiran, Taman Unyil, pintu tol Banyumanik, dan Kalikangkung.

‚ÄúSementara pos pantau di didalam kota, yaitu posko Ngaliyan, Mrican, Ngesrep, Arteri Soekarno Hatta, Kampung Kali, Ahmad Yani, Karangayu dan di Jalan Pemuda. Nantinya di tiap pos pantau dapat dijaga tiga tim patroli. Anggotanya, TNI, Polri, dishub, satpol pp dan dinas kesehatan,” tutur Hendi, sapaan akrabnya.