Cara Beternak Kambing yang Benar dan Hemat Biaya

Bingung tentang cara beternak kambing yang benar? pusing karena sudah mencari cara dan tidak bisa? Tenang, pada artikel kali ini saya akan membagikan tutorialnya. Jika kamu penasaran untuk mencobanya, saya akan memberikan tutorial cara beternak kambing yang benar dan hemat biaya.

Pengertian Kambing

Kambing adalah hewan berukuran sedang yang herbivora. Baik kambing liar jantan maupun betina memiliki sepasang tanduk, namun tanduk pada kambing jantan lebih besar. Kambing pada umumnya memiliki janggut, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan berbulu lurus dan kasar. Panjang tubuh kambing liar tidak termasuk ekornya adalah 1,3 m – 1,4 m, sedangkan panjang ekornya 12 cm – 15 cm.

Kambing betina beratnya 50 kg – 55 kg, sedangkan jantan bisa mencapai 120 kg. Kambing liar menyebar dari Spanyol timur ke India, dan dari India utara ke Mongolia dan Siberia. Habitat favoritnya adalah daerah pegunungan berbatu.
Kambing biasanya hidup berkelompok yang terdiri dari 5 sampai 20 ekor. Dalam mencari makan, kelompok kambing ini dipimpin oleh kambing betina terbesar. Sedangkan kambing jantan berperan dalam menjaga keamanan kawanan.

Waktu aktif mencari makan pada siang atau malam hari. Makanan utamanya adalah tumbuh-tumbuhan dan daun-daunan. Kambing adalah hewan ruminansia yang memiliki empat bagian lambung yang terdiri dari rumen, retikulum, masum, dan omasum. Seperti mamalia ruminansia lainnya, kambing adalah hewan dengan gigi yang sama. Kambing betina memiliki dada berkaki dua, dibandingkan dengan sapi berkaki empat.

Kambing mencapai kematangan pada usia sekitar tiga sampai 15 bulan, tergantung pada jenis dan kesehatannya. Kebanyakan peternak lebih memilih untuk menunda pembuahan sampai domba mencapai 70% dari berat dewasa mereka. Namun, pemisahan seperti itu jarang dimungkinkan untuk populasi satwa liar yang tidak diobati.

Cara Beternak Kambing yang Benar

cara beternak kambing yang benar

1. Memilih jenis kambing yang akan diternakkan


Hal pertama yang harus dilakukan sebelum Anda mulai beternak kambing adalah memilih jenis kambing yang akan diternakkan. Sama seperti ternak lainnya, kambing juga memiliki beragam spesies berbeda yang juga memberikan manfaat berbeda. Pemilihan jenis kambing sebaiknya disesuaikan dengan keinginan Anda terlebih dahulu.

Beberapa jenis kambing yang banyak diperdagangkan di Indonesia adalah kambing itawa, domba, jawa dan garut. Kambing yang sering kita jumpai adalah jenis kambing etawa yang memiliki pamor besar sebagai penghasil susu. Ada juga jenis kambing putih yang sering digunakan untuk konsumsi daging.

2. Memilih induk yang baik beternak kambing yang benar


Jika Anda tertarik untuk berproduksi di pembibitan kambing, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana peternaknya. Kawanan pemijahan akan sangat mempengaruhi keturunan yang akan dihasilkan karena setiap spawner akan memiliki gen yang relatif sama dengan induknya.

Induk kambing yang baik memiliki postur yang panjang dan besar dengan ambing yang besar dan dua puting susu serta dalam keadaan sehat. Kambing yang sudah melihat 1-2 kali sangat dianjurkan. Perhatikan tumit belakang saat masih tinggi, artinya ibu belum melahirkan.

3. Perhatikan kandang kambing


Syarat utama yang harus diperhatikan dalam membangun peternakan kambing adalah konstruksi kandang. Kandang disini berfungsi sebagai tempat memelihara dan mengawasi kambing yang jika tidak dibangun dengan baik dapat membahayakan kambing. Salah satu model yang umum digunakan adalah sangkar teater.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam membangun kandang kambing adalah jarak sekitar 10 meter dari rumah, bahan tahan lama, dan ruang terbuka yang cukup. Kandang kambing membutuhkan cahaya yang cukup agar tidak lembab dan juga mudah dibersihkan. Kandang yang kotor akan membuat kambing mudah terserang penyakit.

4. Pilihan pakan cara beternak kambing yang benar


Sebagai kebutuhan utama setiap makhluk hidup, kambing yang dipelihara juga membutuhkan nutrisi yang baik. Peternak kambing harus memperhatikan hijauan pakan ternak yang diberikan karena jika tidak cukup maka pertumbuhan kambing akan terhambat. Sapi ini membutuhkan sekitar 5-7 kg pakan per ekor dalam satu hari.

Ada banyak jenis pakan yang bisa diberikan kepada kambing mulai dari kacang-kacangan, pakan fermentasi atau bahkan rumput. Ekstrak ini sebenarnya tidak terlalu sulit dan Anda hanya perlu memperhatikan kuantitasnya agar tersedia setiap saat. Bila Anda berniat untuk menanam rumput sendiri, hijauan yang paling tepat adalah jenis rumput odot.

5. Kepedulian terhadap kesehatan dan manajemen penyakit


Penyakit dan kesehatan kambing merupakan dua hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara kambing ini. Ada banyak cara terjadinya penyakit tetapi yang paling sering menyebabkannya adalah kebersihan kandang. Kandang yang kotor, lembab, dan sanitasi yang buruk dapat membuat kambing lebih mudah terserang penyakit.

Tidak hanya kandang, pemberian pakan yang tidak sempurna juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh kambing drop. Salah satu tip yang tidak banyak orang ketahui adalah mengisolasi kambing dan kambing sakit yang baru Anda dapatkan. Isolasi ini berguna dalam pengobatan sekaligus agar penyakit tidak menular.

6. Fermentasi hijauan dan pakan


Yang paling ditakutinya dari peternakan kambing adalah kurangnya pakan yang bisa mengganggu segala aktivitas. Peternakan kambing biasanya dipadukan dengan budidaya tanaman di sekitar kawasan. Ketika tanaman yang digunakan untuk pakan dalam keadaan belum dipanen tentu akan sulit.

Adanya silase dan pakan fermentasi membuat hijauan yang ditemukan pada saat panen raya dapat digunakan dalam waktu yang lama. Ini adalah penerapan teknologi terbaru ketika nutrisi berlimpah tetapi mudah rusak. Sehingga pakan ini dapat tahan dalam jangka waktu tertentu dan mencegah kekurangan pakan kambing.

7. Manajemen dan perencanaan keuangan yang baik


Peternakan kambing bukan hanya tentang memelihara dan menjual kambing jika Anda benar-benar berniat menjadikan ini sebagai bisnis utama Anda. Manajemen mungkin tampak rumit tetapi hampir semua petani telah melakukannya. Ada banyak hal yang perlu Anda pikirkan matang-matang jika ingin berkembang.

Beberapa hal penting yang harus disadari adalah seberapa mampu mereka menangani jumlah kambing yang mereka miliki. Selain itu juga akan banyak faktor yang perlu diperhatikan mulai dari pembibitan hingga penjualan kambing. Perhatikan juga bagaimana rantai pasokan pakan dan tenaga kerja dibayar.

Hal penting lainnya adalah melakukan pencatatan keuangan dan penganggaran untuk bisnis peternakan Anda sehingga Anda dapat melakukan perencanaan bisnis dengan matang berdasarkan laporan keuangan Anda.

Baca Juga : Cara Merawat Kambing Agar Cepat Gemuk yang Ampuh

Baik cukup sekian tutorial tentang cara beternak kambing yang benar pada artikel kali ini. cukup mudah bukan? Selamat mencoba serta semoga berhasil, dan jika cara di dalam artikel ini bisa membantu kamu, jangan lupa berbagi ilmu pada orang disekitarmu agar mereka semua dapat merasakan manfaat dari cara fermentasi jerami. Sekian dari saya terima kasih.