Cara Menanam Jagung yang Bagus

Cara menanam jagung yang bagus dan bernilai ekonomi tinggi. Dalam menanam jagung memerlukan beberapa tahapan sebagai proses penanaman jagung hingga bisa dipanen.

Dibedakan menjadi tahapan persiapan tanam, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan proses panen.

Persiapan Tanam

Sebelum melihat bagaimana cara menanam jagung yang bagus, tentunya ada persiapan dan beberapa proses yang perlu diperhatikan agar penanaman jagung bisa menghasilkan jagung dengan kualitas optimal dan tidak terjadi kegagalan panen.

Yang pertama adalah perhatikan mengenai beberapa hal yang sangat berpengaruh dalam proses menanam jagung, karna ini akan menjadi faktor yang membantu dan pengingat agar jagung tumbuh dengan baik.

  1. Pemilihan benih jagung dengan kualitas unggul
  2. Menyiapkan media tanam dengan tanah yang gembur dan kaya zat hara
  3. Waktu dan intensitas penyiraman yang tepat
  4. Musim penanaman tanaman jagung
  5. Pemberian pupuk secara tepat
  6. Pemantauan hama dan penyakit yang berpotensi menyerang 
  7. Intensitas dan arah mata angin untuk membantu penyerbukan jagung
  8. Proses pemanenan yang cukup umur

Tahapan Penanaman

Proses pengolahan lahan dan pembuatan bedengan.

1. Pengolahan Lahan

Proses pengolahan lahan diawali dengan memastikan bahwa tanah untuk media tanam memiliki zat hara yang cukup untuk jagung tumbuh, bebas dari tanaman lama maupun rerumputan yang bisa menjadi pesaing nutrisi untuk tanaman jagung.

Sebelum menanam jagung di lahan yang sudah di pilih, pastikan bahwa tanah memiliki tingkat keasaman antara 5,5 hingga 7,0. Bila lebih dari tingkat tersebut bisa dilakukan pengapuran untuk menurunkan tingkat keasaman tanah.

Kemudian tanah diolah dengan diratakan dan dihaluskan menggunakan garu. Buat bedengan dan parit agar memudahkan proses penyiraman dan jagung bisa mendapatkan air yang cukup ketika hujan.

2. Penanaman & Penyiraman

Buat lubang dengan kedalaman 5 cm pada bedengan yang pernah dibuat dengan jarak sekitar 25 cm. Beri benih jagung sekitar 2 biji pada tiap-tiap lubang, kemudian tutup dengan sekam padi dan ditambah media tanam lalu bisa disiram air.

Proses penyiraman dilakukan sebanyak dua hingga 3 kali dalam seminggu atau bagian atas tanah sudah mulai kelihatan mengering.

Hindari proses penyiraman dengan menyiramkan air secara kangsung pada bagian atas tunas, karena ini akan mengakibatkan masalah jamur dan benih tidak bisa tumbuh optimal. Siram pada tanaman di dekat permukaan tanah sehingga daun tetap kering.

3. Pemberian Pupuk Tambahan

Pemberian pupuk pertama dilakukan dengan 120 gram pupuk pada tiap 1,5 meter persegi bedengan, dan diberikan ketika batang jagung mulai tumbuh dengan 8 daun. Pemberian pupuk dilakukan dengan menaburkan pupuk di sekitar tanaman dan disirami agar bisa meresap ke dalam tanah.

Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman jagung berumur 15 hari setelah tanam dengan komposisi pupuk 280kg ZA/ hektar + sp 100 kg/ha+ furudan 12 kg/ha.

Kemudian proses pemupukan kedua bisa dilakukan ketikan jagung sudah menginjak usia 35hst dengan komposisi pupuk yang diberikan berupa ZA 350kg/ha+ Phonska 200kg/ha.

Dan pemupukan ketiga sebagai pemupukan penutup dilakukan ketika jagung sudah berumur 50 hst dengan komposisi pupuk urea 350kg/ha + Phonska 180 kg/ha.

Tahapan Perawatan Tanaman Jagung

Proses pemberian insektisida sebagai upaya pemantauan hama tanaman jagung.

1. Pemantauan Hama dan Penyakit

Proses pertama dari cara merawat tanaman jagung adalah dengan melindungi jagung dari serangan hama dan penyakit yang bisa menggagalkan proses pemanenan. Hama yang biasa menyerang tanaman jagung adalah cacing potong, cacing kabel, kutu kumbang dan penggerek jagung. Ditambah dengan hewan seperti tikus yang juga berpotensi menyerang jagung.

Selain hama, jagung juga rentan terkena penyakit seperti jagung api dan penyakit bakteri. Jamur api bis mengubah biji jagung menjadi abu-abu hingga hitam dan biji menjadi bengkak.

Bila jagung sudah terinfeksi jamur dengan ciri-ciri tersebut maka segera hancurkan tanaman yang terkena dan jangan menanam di tempat yang sama selama dua tahun, karena spora jamur api bisa bertahan dengan jangka waktu yang lama.

Selain itu jagung juga bisa mengalami stewart wilt atau bisa disebut bakteri akibat kumbang kutu. Ini kana mengakibatkan daun menguning dan tanaman menjadi lebih kecil.

2. Penyerbukan yang Tepat

Penyerbukan adalah hal yang sering terlewat dalam proses penanaman jagung. Jagung bisa melakukan penyerbukan dengan bantuan angin, namun angin yang diperlukan pun harus cukup kuat untuk mengguncangkan batang tanaman jagung.

Jika tidak, maka jagung memerlukan bantuan manusia untuk melakukan penyerbukan, caranya cukup mudah dengan cara menggoyangkan batangnya dengan lembut ketika menghasilkan sutra dan mulai menjatuhkan serbuk sari. mengguncangkan batang akan memastikan penyebaran serbuk sari bisa lebih merata dan pembentukan pada tongkol jagung yang lebih baik.

3. Pemanenan

Jagung secara umum bisa mulai dipanen sejak umur 105 hari tergantung dari varietasnya. ciri jagung yang sudah siap untuk dipanen adalah daun dan klobot yang sudah mulai mengering, dan biji jagung sudah padat dan keris serta mengilat.

Cara memanen jagung dilakukan dengan melepas kulit jagung dan dorong kernel  jagung dengan kuku untuk menguji kematangannya.

Jagung yang siap untuk dipanen memiliki biji yang cukup empuk ketika ditusuk serta sari yang dikeluarkan berwarna putih layaknya susu. 

Setelah proses pemetikan maka jagung bisa dijemur hingga kering, dan dilanjut ke proses penggilingan untuk memisahkan biji jagung dengan janggel jagung.