Cara Menghitung Payroll Gaji Karyawan

Informasi berkenaan bagaimana langkah menghitung payroll gaji karyawan memang banyak dicari terlebih bagi pemilik perusahaan. Gaji merupakan kewajiban yang mesti dikeluarkan perusahaan kepada para tenaga kerjanya.

Mengingat perhitungan gaji mesti memperhatikan banyak perihal seperti jabatan, era kerja, status karyawan dan tetap banyak lagi. Melakukan perhitungan gaji secara manual dapat benar-benar rawan terdapatnya resiko kesalahan. Sehingga menghitung gaji bersama dengan memakai sistem payroll merupakan pilihan paling baik bagi perusahaan.

Dalam melakukan perhitungan gaji, perusahaan tentu mesti sadar betul berkenaan dasar-dasar penggajian. Sebenarnya tersedia banyak langkah menghitung payroll gaji karyawan seperti karyawan tetap, karyawan tidak tetap, karyawan harian dan lainnya.

Dibawah ini dapat dijelaskan dua semisal langkah menghitung payroll gaji karyawan senantiasa dan tidak tetap. Dari semisal selanjutnya bisa beri tambahan uraian berkenaan sistem payroll gaji karyawan secara sederhana.

Dibawah ini dapat dijelaskan dua semisal langkah menghitung payroll gaji karyawan senantiasa dan tidak tetap. Dari semisal selanjutnya bisa beri tambahan uraian berkenaan sistem payroll gaji karyawan secara sederhana.

Contoh penggajian karyawan : Adi merupakan karyawan senantiasa perusahaan yang beroleh gaji bulanan sebesar Rp. 7.000.000,-. Saat ini Adi belum menikah dan belum memiliki tanggungan apapun, maka perhitungan payroll gajinya seperti berikut.

Gaji bulanan = 7.000.000
Biaya jabatan 5% (dari gaji sebelum pajak) = (350.000)
Gaji bersih setahun (6.650.000×12) = 79.800.000
Gaji bersih sebulan = 6.650.000
PPH 21 terutang (5% x 25.800.000) = 1.290.000
PTKP* TK/0 = (54.000.000) Penghasilan kena pajak (79.800.000 – 54.000.000) = 25.800.000
PPH 21 perbulan (1.290.000 : 12 bulan) = 107.500
Gaji yang mesti dibayar (7.000.000 – 107.500) = 6.892.500
Jadi gaji yang mesti dibayarkan perusahaan tiap-tiap bulan kepada Adi adalah sebesar Rp 6.892.500,-
*PTKP adalah Penghasilan Tidak Kena Pajak karena Adi belum menikah dan tidak memiliki anak maka terhitung golongan Tidak Kawin atau TK/0 sebesar 54.000.000.


Cara menghitung payroll gaji karyawan tidak senantiasa bulanan

Berikut perhitungan semisal payroll gaji untuk karyawan tidak senantiasa bulanan. Andre merupakan tidak benar satu karyawan tidak senantiasa bulanan yang belum menikah sehingga masuk kategori TK/0. Gaji bulanan dari perusahaan adalah sebesar 5.000.000, simak perhitungan payroll gaji yang mesti dibayarkan perusahaan.

Gaji bulanan = 5.000.000
Gaji setahun (5.000.000 x 12 bulan) = 60.000.000
PTKP* TK/0 = (54.000.000)
Penghasilan Kena Pajak (60.000.000 – 54.000.000) = 6.000.000
PPH 21 terutang (5% x 6.000.000) = 300.000
PPH 21 per bulan (300.000 : 12 bulan) = 25.000
Gaji yang mesti dibayar (5.000.000 – 25.000) = 4.975.000
Jadi gaji yang mesti dibayarkan perusahaan tiap-tiap bulan kepada Andre adalah sebesar Rp. 4.975.000,-

Gunakan sistem payroll gaji karyawan

Contoh diatas sebatas semisal simpel karena tetap banyak langkah perhitungan gaji karyawan yang berbeda-beda. Maka dari itu untuk memudahkan perhitungan gaji karyawan dianjurkan Mengenakan software payroll secara profesional.

Ada banyak faedah yang didapatkan kalau memakai software payroll seperti:

  • Mempermudah dan mempercepat penggajian.
  • Meminimalkan terdapatnya kecurangan penggajian.
  • Tidak mesti kuatir tersedia knowledge yang hilang.
  • Meminimalkan faktor human error.
    Konsultanku siap mendukung Anda melakukan perhitungan payroll gaji karyawan secara profesional. Perhitungan payroll gaji karyawan dijalankan para profesional yang memiliki pengalaman di bidangnya. Terlebih kembali layanan yang diberikan bersama dengan harga terjangkau oleh seluruh kalangan terhitung Anda. Jika susah bagaimana langkah menghitung payroll gaji karyawan tidak mesti bingung lagi, langsung hubungi Konsultanku. Buktikan sendiri dan rasakan beraneka kemudahan dari kami yang dapat mendukung sistem penggajian perusahaan Anda.