Empat Kesalahan Saat Membeli Seva Mobil Bekas

Membeli mobil bekas sekilas gampang sekali dilakukan. Ada uang, mobil yang menjadi incaran sudah tersedia dan harga cocok, mobil pun beralih tangan.

Hanya, sesudah mobil menjadi miliknya ternyata merongrong keuangan sebab tiap pekan mesti ke bengkel. Bahkan, mereka yang membelinya secara kredit merasa tekor saban bulannya.

Padahal sebelum akad jual beli disepakati, mereka dengan cermat telah mensurvei harga. Bahkan, tak jarang mereka mencocokkan harga di dua sampai tiga tempat. Sehingga, harga yang mereka sepakati ketika transaksi ialah harga yang terbaik.

Begitu pula dengan situasi mesin dan sekian banyak komponen penyokong mobil. Mulai dari situasi cat yang masih mulus tanpa cacat, situasi mesin dan kinerjanya, sampai pernak-pernik panel sudah dicoba.

“Ada empat kekeliruan yang sekitar ini dilaksanakan oleh konsumen dan jarang sekali disadari. Intinya ialah memeriksa secara seksama, rinci, dan sarat kesabaran,” kata Fatoni, seorang spesialis body repair, suatu bengkel di area Petukangan, Jakarta Selatan.

Ihwal empat kekeliruan itu, Toni — panggilan Fatoni- memerinci sebagai berikut:

1. Tidak mempelajari riwayat mobilAcap kali orang melulu melihat ciri-ciri jasmani yang terdapat dan sering menjadi bualan semua pedagang. Umumnya mereka terayun dengan promosi yang bombastis dari saudagar seva mobil bekas yang tidak jarang kali menyebut bodi tanpa cacat, cat masih mulus, dan perangkat penyokong masih orisinal.

Memang, tampilan jasmani mulai dari cat sampai keaslian bodi urgen diperhatikan. Namun, urusan yang jauh lebih urgen untuk dicermati ialah riwayat mesin. Pastikan bahwa empunya lama mobil tersebut rajin mengasuh mulai dari ganti oli, filter, sampai mengubah komponen yang rusak.

“Untuk memahami hal ini, mintalah kitab pegangan empunya saat mobil masih dalam masa jaminan dan setelahnya. Di kitab tersebut paling tidak Anda tahu laksana apa perlakuan empunya terhadap mobilnya,” kata Toni.

Begitu pula, pastikan mobil yang bakal Anda beli tersebut tidak pernah merasakan tabrakan hebat atau terendam banjir. Setelah tersebut baru telitilah komponen-komponennya, apakah masih memakai komponen pribumi dari pabrik. Bila sudah ganti, pastikan komponen itu bukan komponen imitasi atau kualitas dua atau tiga.

Memang, untuk memahami apakah seva mobil bekas tabrakan dan terendam banjir cukup sulit. Oleh sebab itu, ajaklah rekan yang paham kondisi jasmani dan mesin mobil. Bila tidak ada rekan atau saudara, mintalah mekanik tepercaya untuk mengerjakan tugas itu.

2. Melakukan test drive sekadarnya Kesalahan yang pun sering dilaksanakan calon pembeli ialah hanya mengerjakan tes terhadap mobil yang bakal dibeli sekadarnya saja. Entah karena tak mau dengan penjaja atau sebab memang telah kesengsem dengan mobil yang bakal dibeli, lazimnya calon pembeli merasa sreg meski melulu baru sejumlah ratus meter mengupayakan mobil.

Padahal, kehancuran atau ketidakberesan mesin mobil belum bakal terasa ketika mobil dijalankan dalam sejumlah ratus meter. Permasalahan di mesin atau komponen lain, baru bakal terlihat ketika mobil menempuh sejumlah puluh kilometer.

Terlebih, tak jarang oknum saudagar nakal pun menyiasati kelemahan yang terdapat di mobil yang dijajakannya dengan servis ala kadarnya. Mereka, lazimnya berprinsip, yang urgen saat diusahakan atau dalam sejumlah bulan masalah di mobil tersebut tidak terlihat.

“Karena tersebut lakukan tes dengan mengemudikan mobil sejauh mungkin. Lebih baik kita berkorban mengubah bahan bakar mobil itu ketimbang menyesal kemudian. Lakukan di sekian banyak lintasan,” kata Toni.

Disadari atau tidak, pembeli tidak jarang kali melulu menuruti emosi sesaat. Mereka lazimnya langsung menjatuhkan opsi dan mengaku oke ketika tampilan mobil yang diincarnya bagus, dan sekilas situasi mesinnya tidak bermasalah.

Tahanlah emosi dan berpikirlah dengan kepala dingin. Renungkan kembali, sejumlah hal yang menjadi pertimbangan tergolong kondisi jasmani dan mesin mobil walau telah mencobanya. “Ingat-ingat pulang apakah situasi yang ada cocok dengan situasi yang seharusnya. Bila butuh diskusikan dengan teman, saudara, atau mekanik terpercaya yang kita ajak,” saran Toni.

Namun, Anda pun harus mempunyai pengetahuan mengenai seluk-beluk mobil. Meski pengetahuan tersebut minim, sangat tidak akan menolong Anda, khususnya di ketika Anda mendiskusikannya dengan rekan atau mekanik tersebut.

4. Tidak memikirkan ongkos perawatan Kesalahan keempat sehubungan dengan biaya perawatan dan besaran angsuran yang mesti kita bayar saban bulan (bagi yang melakukan pembelian secara kredit). Hal tersebut sangat urgen diingat. Pasalnya, melakukan pembelian mobil bekas terkadang tak ubahnya melakukan pembelian persoalan orang lain.

Terlebih bila mobil yang kita beli pun mengalami masalah laksana yang dinamakan di nomor satu dan dua. Kerusakan laksana itu dapat terjadi di mobil bekas yang masih termasuk berusia muda sekali pun. “Apalagi bila mobil tersebut telah melebihi umur pakai standar, lima atau tujuh tahun. Saat itulah, adalahwaktu pengeluaran biaya untuk mobil sebab kerusakan atau masalah mulai hadir di mobil,” ujar Toni.

Bila kita membelinya secara kredit, upayakan mencicilnya dalam masa-masa yang lebih cepat atau tenor sependek mungkin. Pasalnya, dengan teknik itu beban yang kita tanggung saban bulan tidak bakal berat andai terjadi kehancuran di mobil. Sehingga Anda juga terhindar dari situasi yang serasa mengimpit. Sumber: https://www.decisionsonevidence.com/seva-mobil-bekas/