Hal – Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengurus Perjanjian Jual Beli Tanah

Saat Kalian ingin membeli tanah atau rumah, yang harus kalian pikirkan baik – baik dengan hati – hati mulai dari lokasi, biaya, sampai detail hingga sertifikat. Kalian jangan buru – buru sebelum melakukan cek yang detail supaya kalian tidak ada penyesalan di kemudian hari, supaya tidak menyesal membeli tanah atau rumah ini.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat mengurus surat perjanjian jual beli tanah menurut sinan-arsitek.com

Daftar Isi

  1. Cek Keaslian Bukti Kepemilikannya
  2. Cek Nama Kepemilikannya
  3. Periksa Lokasi Tanahnya
  4. Cek Status Pemilik
  5. Seriuskan Dengan Surat Perjanjian

Cek Keaslian Bukti Kepemilikannya

Jangan sampai kalian terkena modus modus sertifikat palsu atau sertifikat bodong, kalian bisa saja menggunakan jasa notaris untuk menyelesaikan sertifikat dan kalian hanya tinggal duduk manis menunggu hasilnya. Tetapi jika kalian ingin menghemat biaya bagian, kalian bisa langsung datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Saat di loket dapat pengecekan sertifikat tanah, kalian akan dibantu mengecek keaslihan sertifikat dengan berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur dan buku tanah.

Cek Nama Kepemilikannya

Terdapat beberapa macam hak atas tanah yang diatur dalam UU yang terdapat Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai. Dengan mengetahui kepemilikan tanah yang akan membantu Kalian dengan menentukan harga tanah atau aset itu sendiri, dan Kalian bisa menemukan lokasi tanah bisa menemukan tanah idaman yang masih Tanah adat yang masih belum didaftarkan di kantor pertahanan setempat.

Karena Grik sebagai tanda bukri atas tanah, melainkan merupakan bukti bahwa pemilik grik adalah pembayaran pajak atau menguasai tanah milik adat bidang tanah tersebut bersama bangunan.

Periksa Lokasi Tanahnya

Penting kalian untuk memeriksa secara detailnya dari ukuran, batas, bentuk, dan luas tanah yang tercantum di dalam sertifikat sesuai dengan kondisi yang asli maka dari itu kalian pastikan semua komponen ini tidak merugikan untuk kedua pihak. Jika kalian menemukan perbedaan ukuran tanah yang dapat kalian lakukan adalah memeriksa buku tanah yang ada di kantor pertanahan setempat.

Cek Status Pemilik

Meskipun terlihat sepele, ternyata mengecek status pemiik tak kalah penting. Jika pemilik sudah menikah, transaksi jual beli tanah kesepakatan bersama dengan suami/isti. Karena banyak kasus jual beli tanah yang ternya berujung sengketa karena tidak ada kesepakatan dari suami/istri dari pemilik tanah tersebut.

Seriuskan Dengan Surat Perjanjian

Kalian bisa membuat surat perjanjian atau uang tanda jadi atau dp, uang muka biasanya sebesar 10-30% dari harga yang ditetapkkan. Tujuan dari uang tanda jadi adalah untuk menunjukkan keseriusan pembeli saat melakukan jual beli tanah, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Jumlah tanda jadi sebaiknya menjadi kesepakatan pembeli dan penjual, dengan juga jangan terlalu besar karena biasanya uang tanda jadi ini dikembalikan jika surat perjanjian dibatalkan.