Inilah Sejarah Dari Cincin Pernikahan

Hampir semua orang pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata “cincin pernikahan”. Untuk mendapatkan cincin pernikahan impian kamu perlu mengetahui tips memilih cincin pernikahan terlebih dahulu. 

Cincin pernikahan menjadi sesuatu yang sangat umum dan hampir selalu ada di acara pernikahan karena merupakan salah satu jenis mahar. Namun, meskipun demikian apakah kamu tahu tentang sejarah dari cincin pernikahan?

Asal Usul Material Dari Cincin Pernikahan 

Saat ini banyak terdapat berbagai jenis cincin pernikahan dengan berbagai jenis material seperti emas, palladinum, perak, dan lainnya. Setiap jenis cincin pernikahan berbeda-beda sesuai dengan material dan proses pembuatannya. Jika kamu bingung dalam memilih cincin pernikahan, kamu bisa menyimak tips memilih cincin pernikahan dari adellejewellery.com

Berbicara mengenai cincin pernikahan, tahukah kamu bahwa ternyata cincin pernikahan berasal dari tradisi Mesir Kuno. Orang-orang pada saat itu percaya bahwa cincin yang memiliki bentuk lingkaran yang tidak memiliki ujung menyimbolkan suatu hubungan tanpa akhir, dan cincin pada saat itu bukan berbahan emas. Berikut perkembangan material cincin dari waktu ke waktu

  1. Cincin Rumbai Dari Mesir Kuno

Material dasar yang digunakan pada saat itu bukan berasal dari emas, melainkan dari rumput rumbai yang dipilin secara melingkar. Bahan cincin pernikahan tersebut tidak dapat bertahan lama. Sehingga, setelah selesai upacara pernikahan harus sering diganti

  1. Cincin Logam Dari Zaman Yunani Dan Romawi

Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi ini sampai ke zaman Yunani kuno dan berlanjut ke masa kekaisaran romawi. Material tersebut berevolusi berasal dari material yang beragam, dari tulang, kulit, hingga gading binatang.

Di masa Romawi mengalami kemajuan dengan memanfaatkan material logam sebagai bahan pembuatan cincin pernikahan. Material ini dinilai sangat kuat dan tahan lama sesuai dengan komitmen sehidup semati yang diikrarkannya. Disini, cincin mulai memasuki kelas sosial yang berbeda. Untuk kalangan atas mulai menggunakan emas dan perak sebagai material.

  1. Cincin Dari Abad Pertengahan

Dengan material emas juga perak, memasuki abad pertengahan pembuatan cincin pernikahan mulai dipersonalisasi. Salah satunya dengan menambahkan ukiran nama mempelai atau kalimat khusus hingga ukiran yang menggambarkan sosok wajah pengantin. 

Selain itu, ornamen berlian juga mulai digunakan sebagai tambahan dari ornamen cincin perkawinan. Berlian tersebut selain untuk menambahkan keindahan juga merupakan material terkeras di dunia yang sifatnya abadi seolah menggambarkan idealisme pernikahan.

Alasan Cincin Pernikahan Disematkan Di Jari Manis Tangan Kanan Bukan Di Kiri

Setelah mengetahui berbagai material cincin pernikahan dari masa ke masa. Selanjutnya, filosofi terkait penggunaan cincin pernikahan di tangan kanan yakni karena tangan kanan adalah bagian tubuh yang sering digunakan. Sehingga, dianggap memiliki kekuatan yang membawa kebaikan.