Jalan cerita Film Let Me Eat Your Pancreas

Shiga Haruki (Oguri Shun) adalah seorang guru sekolah menengah yang pendiam dan suka menyendiri. Suatu hari, ia diberi tugas tambahan untuk menjaga perpustakaan karena memiliki pengalaman menjaga perpustakaan ketika di SMA dulu. Sebenarnya, Haruki memiliki sebuah kenangan pilu dari masa-masa itu, dan kembali lagi ke sana, membuat memorinya terusik.

Ketika SMA, Haruki juga suka menyendiri dan nyaris tak punya teman. Ia menjadi pengaja perpustakaan karena ia mencintai buku-buku dan kesendirian. Sakura adalah teman sekelasnya yang cantik dan populer. Entah bagaimana, tiba-tiba Sakura yang begitu ramah dan periang, mengulurkan persahabatan.

Cast:
Oguri Shun – Haruki
Keiko Kitagawa – Kyoko
Yusuke Kamiji – Kazuharu Miyata
Daichi Morishita – Kuriyama

Takumi Kitamura – Haruki (Remaja)
Minami Hamabe – Sakura Yamauchi
Karen Otomo – Kyoko (Remaja)
Yuma Yamoto – Gamu-kun

Judul: Let Me Eat Your Pancreas / I Want to Eat Your Pancreas / Kimi no Suizo wo Tabetai
Sutradara: Sho Tsukikawa
Penulis: Yoru Sumino (novel), Tomoko Yoshida
Rilis: 28 Juli 2017
link nonton ; drama korea sub indo
Durasi: 115 menit
Distributor: Toho
Negara/ Bahasa: Jepang

Tidak hanya itu, karena Sakura bahkan menceritakan kepadanya kalau dirinya mengidap penyakit pankareas dan umurnya mungkin tak akan lama lagi. Menghadapi keramahan dan keterus terangan Sakura yang begitu blak-blakan, Haruki yang pendiam perlahan membuka hatinya dan mengikuti ajakan Sakura untuk menikmati hari-hari yang ceria dan manis. Tapi tentu saja, kebersamaan itu kemungkinan tak akan bisa bertahan lama.

Pertama tertarik ingin nonton film ini karena castnya, Oguri Shun, yang bisa dibilang adalah J-aktor favorit saya. Tapi setelah beberapa menit nonton dan ternyata cerita banyak ke flash backnya yang bukan diperankan Oguri, saya jadi agak malas-malasan nonton film ini dan memutuskan berhenti. Tapi kemudian ketika nonton variety Korea (Master in the House kalau nggak salah) yang nyebut-nyebut film ini, saya pun jadi tertarik untuk nonton lagi.

Dan yah, setelah mengikutinya lagi, saya pun paham kenapa film ini bisa dikategorikan sebagai film yang bagus dan notable. Ceritanya mungkin nggak bisa dibilang baru, tentang persahabatan berbau romance di masa remaja yang melibatkan penyakit mematikan. Tapi penyajian dan eksekusi-eksekusinya cukup berbeda dengan film-film sejenis. Romancenya disajikan dengan begitu murni dan manis. Dan terutama bagian endingnya, yang menurut saya dieksekusi dengan indah dan nggak klise.

tak lepas juga dari chemistry dan permainan apik castnya. Jujur sih, sebenarnya saya agak kecewa karena screen time-nya Haruki versi Oguri Shun lebih sedikit dibanding Haruki mudanya, tapi harus saya akui juga kalau pemain Haruki muda bermain dengan bagus, memerankan sebagai sosok Haruki yang introvert dan kalem. Dan tentu saja, yang patut diacungi jempol adalah akting aktris yang memerankan sakura. Didukung dengan wajahnya yang memang fresh dan imut serta aktingnya yang natural, ia benar-benar mampu menghidupkan karakter sakura yang hangat dan ceria. Good movie!