keuntungan investasi Rumah di BSD

Memilih instrumen investasi properti, khususnya apartemen, tak pernah lepas berasal dari pertimbangan lokasi. Keduanya bak keping mata duit logam, yang selamanya bersisian dan tak terpisahkan. Pertanyaannya, apakah berinvestasi di sektor apartemen itu aman?

“Properti tidak pernah turun, tapi selamanya naik mengatasi angka inflasi yang terjadi setiap tahun di Indonesia,” ujar Ratdi Gunawan, konsultan pemasaran B Residence BSD City
Ratdi menambahkan, ada dua keuntungan utama berinvestasi di sektor properti apartemen. Keuntungan itu adalah nilai sewa dan capital gain yang terjadi akibat progres penjualan maupun pembangunan.

“Nilai sewa apartemen tiga kali lipat berasal dari nilai sewa rumah dan ruko yang hanya tiga ampai empat persen per tahun,” ujarnya.

Ratdi mengambil alih umpama capai keuntungan berinvestasi berasal dari nilai sewa. Sebagai contoh, lanjut dia, bisnis indekos di daerah BSD City, khususnya di sekitas kampus Swiss-German University, Prasetya Mulya Bussines School dan lainnya. Di kawasan itu ongkos indekos per bulan berkisar Rp 3,2 juta hingga 3,8 juta per bulan.

“Kalau tiga tahun ke depan apartemen ekslusif yang kita bangun ini menjadi kos-kosan harganya lebih kurang Rp 4 jutaan per bulan. Bisa disewakan Rp 5 juta hingga Rp 6 jutaan per bulan, berarti nilai sewa setahunnya itu Rp 60 jutaan,” tutur Ratdi.

Berdasarkan perhitungan Ratfi, Return on Investment (ROI) sanggup didapatkan adalah nilai sewa dibagi investasi si pemilik apartemen. Nilai sewa Rp 60 juta dibagi investasi Rp 500 jutaan.

“Artinya, setahun itu sanggup sanggup nilai sewa 12 persen. Dengan kata lain, 8 tahun telah balik modal berasal dari nilai sewa. Itu belum dihitung capital gain yang terjadi akibat progres penjualan dan pembangunan dan pengembangan kawasan di BSD di lebih kurang Eeon mal. Karena, di sana akan banyak terkandung rumah baru BSD mewah, perkantoran dan hotel hotel mewah,” kata Ratdi.

Lokasi

Ratdi mengatakan, karena masa depan properti termasuk ditentukan oleh perkembangan kawasan, maka pengembangan suatu kawasan memegang kegunaan perlu atas kenaikan harga properti ke depannya.

Tak heran, sejumlah pengamat memprediksi kesiapan akses tol di kawasan BSD City, Serpong, akan mengatrol harga lahan kawasan yang dilintasinya lebih kurang 5 persen hingga 6 persen. Adapun pintu tolnya didesain berada di BSD City 1 (AEON Mall), BSD City 2 (kawasan industri), BSD City 3 (perumahan), Legok, Citraraya, dan Balaraja.

Berdasarkan catatan Kompas.com, kala ini harga lahan di Serpong, khususnya BSD City, berada terhadap level Rp12 juta hingga Rp13 juta per meter persegi untuk perumahan.

Sementara untuk bangunan komersial Rp18 juta hingga Rp20 juta per meter persegi.

“Itu telah otomatis, kalau infrastruktur telah lengkap, keinginan properti baik residensial atau komersial pasti melesat. Untuk apartemen apalagi, semakin dekat kawasan komersial telah pasti harga konsisten naik. Ini untungnya investasi kalau sangat memperhitungkan lokasi,”


Ratdi mengatakan bahwa kekuatan infrastruktur di kawasan BSD City, Serpong, tetap selamanya pendorong utama tingginya penjualan properti, khususnya apartemen. Harga lahan di kawasan ini tetap tinggi, menyusul akses tol yang konsisten dibangun dan kawasan komersial yang melingkupinya semakin lengkap.

Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja sesungguhnya akan di mulai terhadap kuartal IV tahun ini. Tol berikut akan bersambung bersama Jalan Tol Tangerang-Merak dan Jalan Tol Jakarta-Serpong. Adapun Serpong-Legok masuk dalam pengembangan Tahap I selama 11 kilometer, tetapi Tahap II adalah Legok-CitraRaya (8 kilometer) dan Tahap III CitraRaya-Balaraja (12 kilometer).

Karena itulah, menurut Ratdi, keinginan apartemen eksklusif di BSD City kala ini tetap tinggi, khususnya bersama adanya pengembangan di lebih kurang kawasan AEON mal. Sekarang ini semakin banyak proyek apartemen dan perkantoran mewah berdiri berdampingan di kawasan itu.

Mengulang sukses pertamanya yang terjual 100 persen, tutur Ratdi, penjualan tower ke-2 B Residence kala ini telah capai 60 persen sejak dimulainya pembangunan ketiga tower apartemen itu dua bulan lalu.

“Kesiapan akses tol itu lebih-lebih telah di dukung KRL yang semakin berkembang dan diminati kaum komuter Serpong, tetapi layanan publik dan komersial, jadi rumah sakit, lembaga pendidikan hingga komersial konsisten tumbuh di sini,” kata Ratdi.

Untuk itu, lanjut Ratdi, pihaknya berani menawarkan per unit apartemen di angka Rp 500 jutaan. Alasannya, BSD City telah sanggup ditempuh berasal dari mana saja dan bersama moda apa saja.

“Lebih perlu berasal dari itu, infrastrukturnya termasuk telah semakin lengkap,” kata Ratdi.

Dibangun di lahan seluas 6.800 meter persegi, lokasi proyek B Residence tak jauh berasal dari Aeon Mall dan ICE BSD. Ratdi mengakui, bahwa nilai proyeknya diuntungkan bersama letak atau posisinya di “jantung” BSD.