Pot Dari Sabut Kelapa Yang Sangat Bermanfaat

Sabut kelapa timbang jadi limbah bisa kita jadikan olahan, pot dari sabut kelapa adalah salah satu olahannya.

Sabut Kelapa

Sabut kelapa atau sering disebut juga kelapa yang sudah diubah bentuknya menjadi serbuk merupakan limbah dari pohon kelapa yang bisa kita manfaatkan sebagai media tanam atau media pencampur untuk membuat bahan organik.

Sabut kelapa sebagai media tanam biasanya digunakan untuk menanam berbagai tanaman seperti anggrek, daun mint, sawi, dan lain-lain.

Fungsi kelapa tidak hanya baik untuk media tumbuh tetapi juga baik untuk perkembangan tanaman. Keunggulan serbuk kelapa adalah penggunaan pupuk pada tanaman dapat dihemat sekitar 50%.

Bagi Anda yang suka menanam dan menanam tanaman di halaman rumah, tidak ada salahnya mencoba media tanam kelapa.

Kelapa asli yang belum menjadi bubuk biasanya diekstrak dari buah kelapa yang diekstrak terlebih dahulu. Kemudian bagian atasnya dipotong dan dibagi menjadi beberapa bagian.

Kemudian rekatkan kembali dengan kawat, lalu beri gantungan kawat sebagai media tanam gantung yang bisa anda gunakan untuk menanam bawang merah, tomat dan lain-lain.

Pot Sabut Kelapa

Pot kelapa terbuat dari kelapa atau coconut coconut, yang merupakan produk sampingan dari produksi kelapa.

Sabut kelapa adalah serat alami yang diekstrak dari cangkang dalam dan lapisan luar yang keras dari kelapa dan biasa digunakan untuk membuat barang-barang seperti keset, alas lantai, sapu, kasur, tali, cocomesh jaring sabut kelapa dan karpet tenun.
Pot kelapa dan sabut populer karena memiliki bentuk yang alami dan asli.

Jenis pot ini dapat bertahan lama dan memungkinkan tanaman memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga membantu tanaman hias untuk tumbuh dan berkembang.

Namun, kerugian dari pot jenis ini adalah tidak cocok jika bersentuhan langsung dengan tanah. Serat kelapa mengambil sekitar sepertiga dari pulp kelapa dan sisanya, disebut pulp atau debu, dapat terurai secara hayati.

Dahulu kelapa diperlakukan sebagai bahan limbah, saat ini semakin banyak digunakan sebagai pengolahan tanah, mulsa dan media tanam hidroponik, misalnya dalam pot batok kelapa.

Ketika kelapa terurai secara alami menggunakan agen hayati, itu diubah menjadi pupuk yang 100% organik dan bermanfaat bagi tanaman dalam waktu 30 hari.

Diperkirakan dengan menggunakan pot batok kelapa yang bisa ditanam tepat di pekarangan rumah dapat mencegah 100 juta pot plastik masuk ke tempat sampah.
Salah satu penemuan dalam menggunakan kelapa adalah pot kelapa, aset bagi siapa saja yang ingin membuat perkebunan hijau.

Setelah pohon ditanam dalam pot, akarnya akan tumbuh melalui kelapa sehingga seluruh pot dan tanaman dapat diletakkan di dalam tanah – tidak ada pot plastik dan tidak ada pemborosan energi.

Kelebihan Pot Sabut Kelapa

Vas tanaman kelapa merupakan bahan ekspor terbaru. Anehnya, pot yang relatif murah dan ramah lingkungan belum menemukan pasar di India. Kelapa bermanfaat sebagai pupuk dalam vas.

Setelah kurang lebih dua tahun, saat akarnya mulai masuk ke dalam vas, tanaman sudah bisa dipetik dan langsung ditanam.

Keunggulan dari pot kelapa adalah dapat menggantikan pot dan mangkok berbahan dasar minyak pemanas. Meskipun bahan ini ringan, tahan lama, dan dapat didaur ulang, tetapi sering kali dibuang dan berdampak pada lingkungan. Namun, banyak hal mulai berubah.

Tanaman yang terkandung dalam wadah yang dapat didaur ulang secara alami seperti pot kelapa secara bertahap menjadi lebih tersedia karena pekebun menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan dari plastik dan karet.