Tata Cara Menyembelih Sapi Kurban Dengan Baik

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang Tata Cara Menyembelih Sapi Kurban Dengan Baik. Bagaimana tata caranya? Baca dibawah ini,

Tata cara menyembelih sapi kurban ternyata tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Jika Anda masih belum berpengalaman, maka lebih baik bila Anda mempelajarinya terlebih dahulu supaya sah menurut syariah.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dan cukup berbeda dengan perlakuan penyembelihan hewan secara umum. Anda perlu mematuhi hukum dan aturannya supaya proses halal dan sah.

Tata Cara Menyembelih Sapi Kurban Dengan Baik

tata cara menyembelih sapi kurban

  • Merobohkan ke Kiri

Pertama yaitu merobohkan sapi kurban ke arah kiri dan pastikan kepalanya menghadap ke arah kiblat sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Untuk merobohkan sapi, bisa dengan menggunakan alat peroboh sapi. Dengan begitu, sapi akan mudah dirobohkan tanpa harus susah-susah.

  • Membaca Basmallah

Kedua, yaitu membaca basmallah sebelum melakukan penyembelihan sapi yang akan diqurbankan. Tujuannya supaya sapi yang disembelih halal dan lancar prosesnya.

  • Sembelih Sapi di Bagian Leher

Ketiga yaitu meletakkan pisau yang tajam khusus untuk menyembelih di bagian leher sapi. Caranya, lakukan penyembelihan dengan langsung tanpa mengangkat pisau dari permukaan kulit sapi sedikitpun. Terdapat 3 saluran yang harus diputus saat menyembelih yaitu bagian pernafasan, pembuluh darah dan saluran makanan.

Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan pisau yang benar-benar tajam supaya langsung bisa memutus saluran tersebut. Hindari menggunakan pisau yang tumpul dan membuat sapi kesakitan lebih lama karena 3 saluran tersebut tidak segera putus.

Mengapa? Karena, bisa membuat sapi menderita dan pastikan sapi sudah benar-benar mati dan tunggu dalam beberapa saat untuk melanjutkan proses berikutnya.

  • Menggantung Sapi

Dalam menyembelih sapi kurban, ada cara yang harus diperhatikan yaitu menggantung sapi kurban dengan posisi kaki belakang yang diikat. Kemudian, ikatlah kaki sapi ke atas dan kepala berada di posisi bawah.

Tujuannya, supaya darah bisa keluar dengan sempurna dan tidak mengendap sehingga mengkontaminasi. Selain itu, orang-orang yang bertugas memotong daging sapi juga akan lebih mudah menanganinya.

  • Mengikat Saluran Makan

Cara selanjutnya yaitu mengikat saluran makan sapi atau di bagian anusnya. Tujuannya supaya isi pada lambung sapi tidak terburai ke mana-mana dan mengotori bagian daging.

  • Menguliti Sapi

Cara selanjutnya yaitu melakukan pengulitan. Dalam proses ini dibagi dalam beberapa tahapan supaya  lebih mudah dan kulit bisa utuh sehingga bisa dijual. Caranya yaitu dengan melakukan sayatan di bagian tengah sepanjang bagian kulit perut dan dada. Kemudian, lakukan juga di bagian perut hingga kaki bagian tengah.

  • Mengeluarkan Isi Perut

Setelah langkah pengulitan selesai, selanjutnya yaitu mengeluarkan isi perut. Proses ini adalah tahapan yang cukup tidak menyenangkan karena Anda harus bersedia mengeluarkan kotoran sapi yang jumlahnya cukup banyak.

Namun, Anda tidak merobek usus dan lambung supaya kotorannya tidak terburai dan mudah dalam mengangkutnya.

  • Mengeluarkan Isi Rongga Dada

Langkah selanjutnya yaitu mengeluarkan isi rongga dada sapi. Dengan mengambil paru-paru, hati, limpa, jeroan, jantung, ginjal, usus, lambung dan juga esophagus.

  • Memeriksa Kondisi Daging

Sebelum daging sapi dibagi dan didistribusikan, periksa terlebih dahulu kondisi daging, kepala dan jeroan yang akan dibagikan. Karena, biasanya akan ada dokter hewan yang memantau apakah daging sudah layak dan tidak terdapat cacing sapi atau hal lain yang membahayakan.

  • Mencuci Bersih Daging

Ketika mencuci, pastikan sampai bersih dengan air dan jangan membuang limbahnya ke selokan atau sungai supaya lingkungan tidak tercemar.

  • Mengemas Daging

Bungkuslah daging yang akan diberikan ke dalam tempat khusus atau dengan menggunakan pengemas yang non plastik yang aman dan kuat menahan beban daging sapi.