Truk Tambang Gunakan Solar Rp 8.500/Liter, LNG Rp 6.800/Liter

PT Pertamina (Persero) bakal memasok keperluan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) untuk truk-truk perusahaan tambang di Kalimantan Timur. Penggunaan LNG ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.

“Betul itu yang pertama. Sebenarnya kami telah jalankan sejak th. lalu. Ini yang pertama di Indonesia,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di acara Peresmian Proyek Infrastruktur Pertamina di Depot LPG Pertamina, Tanjung Priok, Jakarta.

Wianda mengatakan, kecuali dihitung secara penghematan, kendaraan-kendaraan tambang di Kalimantan Timur berikut dapat lebih berhemat sebab terhadap dasarnya harga dari LNG lebih tidak mahal ketimbang bahan bakar solar untuk truk, Macnaught Flow Meter Meteran ini cocok untuk mengukur berbagai macam bahan bakar dari tekanan rendah sampai tekanan tinggi.

“Per liter dengan rupiah, LNG kurang lebih Rp 6.800/setara liter, kecuali solar di atas Rp 8.500 per liter,” tuturnya. Perusahaan tambang merupakan sektor yang dilarang manfaatkan solar subsidi. Harga solar tak subsidi selagi ini kurang lebih Rp 8.500/liter.

Di China, lanjut Wianda, bahan bakar LNG pun digunakan untuk kendaraan-kendaraan bus yang menempuh jarak jauh.

“Bagus untuk bus-bus jarak jauh, layaknya di China,” tutupnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) diberi tanda tangan perjanjian kerjasama dengan KKKS Mahakam, yakni Total Indonesie dan Inpex. Keduanya diberi tanda tangan perjanjian menjual beli LNG untuk memenuhi keperluan bahan bakar kendaraan industri pertambangan dan komersial di Kalimantan.

Volume yang disepakati dalam perjanjian menjual beli berikut adalah 660 ton dengan periode pasokan hingga akhir 2015. Perjanjian kerjasama berikut ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan Pertamina, dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja.

Salah satu komitmen dalam kerjasama yang dijalankan ini nantinya adalah konversi dari BBM ke BBG. Di mana nantinya kendaraan-kendaraan tambang di Kalimantan Timur bakal manfaatkan LNG.

Perusahaan tambang yang truknya manfaatkan LNG nantinya tersedia dari empat perusahaan, yakni PT Cipta Krida Tama, PT Rukun Raharja, Berau Coal/BSB, dan PT Kaltim Prima Coal/Thiess.

Sebelumnya, dalam masapilot project PT Pertagas Niaga anak usaha Pertamina telah sukses mengirimkan LNG ke lokasi tambang Berau, Indominco, dan costumer komersial Balcony Mall, Balikpapan dengan aman.