Utamakan Tarawih di Rumah,Pada Masa Pandemi Covid-19 Saat Ini

Kabar Kalteng – Umat Islam diimbau selalu mengutamakan pelaksanaan salat Tarawih di tempat tinggal gara-gara Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tetap didalam zona merah COVID-19.

“Kementerian Agama sudah mengeluarkan petunjuk Ibadah Ramadhan, tetapi itu tidak berlaku bagi lokasi yang masuk zona merah COVID-19. Untuk itu kita imbau sehingga salat Tarawih dikerjakan di rumah,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya Achmad Farichin di Palangka Raya.

Ibadah yang dikerjakan selama Ramadhan diharapkan jangan hingga memunculkan klaster baru penyebaran COVID-19 di lokasi Kota Cantik itu.

Pemerintah daerah sudah menyosialisasikan petunjuk Ibadah Ramadhan kepada para penyuluh dan pengurus masjid dan musala di lokasi Kota Palangka Raya.


Jika nantinya selalu ada pengurus masjid yang menginginkan melaksanakan ibadah di masjid atau musala dapat berkoordinasi bersama Satgas COVID-19 Kota Palangka Raya.

“Nanti kita juga dapat melaksanakan pemantauan bahwa kalau ada daerah ibadah yang selalu melaksanakan salat Tarawih tanpa menerapkan protokol kesegaran dapat kita panggil,” katanya.

Dia berharap masyarakat di Kota Palangka Raya dapat menaati aturan dan petunjuk pemerintah dan juga selalu menerapkan protokol kesegaran sehingga Ramadhan 2021 ini berlangsung lancar tanpa ada penambahan COVID-19 yang tak terkendali.


Sementara itu berdasar pantauan, beberapa warga di Palangka Raya selalu melaksanakan salat Tarawih di masjid dan musala bersama menerapkan jarak. Namun demikianlah tetap terkandung sejumlah jamaah yang tidak mengfungsikan masker sementara salat berjamaah sehingga rentan berlangsung penularan COVID-19.

Kemenag sudah menerbitkan edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah yang ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kantor Kemenag kab/kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, dan juga para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Musala.


Di antara isi surat edaran itu yakni umat Islam, kalau bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, harus menjalankan ibadah puasa Ramadhan cocok hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

Sahur dan buka puasa dianjurkan dikerjakan di tempat tinggal tiap-tiap bersama keluarga inti. Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama selalu dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 % berasal dari kapasitas ruangan dan hindari kerumunan.

Pengurus dan pengelola masjid,musala harus menunjuk petugas yang meyakinkan penerapan protokol kesegaran dan memberitakan kepada semua jamaah.

Ketentuan itu layaknya melaksanakan desinfektan secara teratur, sedia kan fasilitas cuci tangan di pintu masuk masjid, mushola, mengfungsikan masker, memelihara jarak aman, dan tiap-tiap jamaah mempunyai sajadah,mukena masing-masing.

Peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan di didalam maupun di luar gedung, harus perhatikan protokol kesegaran secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 % berasal dari kapasitas daerah atau lapangan.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyatakan Surat edaran juga menyesuaikan bahwa kegiatan harus menerapkan protokol kesegaran secara ketat, memelihara jarak antar jamaah sekurang-kurangnya satu meter dan mempunyai sajadah atau mukena masing-masing.